WASHINGTON – Badan intelejen milik Amerika Serikat
National Security Agency (NSA) dan Government Communication Headquarters
(GCHQ) milik Inggris telah memata-matai Organization of the Petroleum
Exporting Countries (OPEC).
Wikipedia menjelaskan, OPEC
merupakan organisasi yang bertujuan untuk menegosiasikan masalah-masalah
terkait produksi, harga, dan hak konsesi minyak bumi dengan berbagai
perusahaan minyak dunia. Saat ini OPEC sudah memiliki 13 negara anggota
dari ragam benua.
Adapun anggota OPEC saat ini adalah Aljazair,
Angola, Ekuador, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Qatar, Arab Saudi,
Uni Emiret Arab, dan Venezuela.
Salah satu laporan dari Der
Spiegel, para agen spionase itu sangat tertarik dengan dokumen yang ada
pada organisasi negara pengekspor minyak tersebut untuk membuat
infiltrasi ke dalam jaringan komputer. NSA bahkan disebut-sebut berhasil
meretas situs OPEC pada Januari 2008.
Dari data yang diperoleh,
Amerika Serikat (AS) diharapkan siap menerima gugatan antitrust dari
OPEC. Selain itu, badan intelejen Negeri Paman Sam itu juga ingin
mengetahui lebih lanjut bagaimana negara-negara anggota berusaha menjaga
harga minyak naik, mendapatkan keuntungan lebih banyak, dan
meningkatkan produksi minyak.
Salah satu majalah Jerman
mengungkapkan bahwa GCHQ berhasil menyusup situs OPEC yang berbasis di
Wina, Austria dengan mengguna metode Quantum Insert. Di mana, metode itu
pada dasarnya digunakan untuk menciptakan sebuah gateway ke sistem
komputer OPEC.
Sebelumnya NSA juga dengan gigih memata-matai
beberapa perusahaan minyak dunia, salah satunya adalah Petrobras asal
Brasil. Namun, badan intelejen itu membantah keras disebut terlibat
dalam spionase ekonomi negara-negara lain


0 komentar:
Post a Comment