[JAKARTA]
Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan seorang
petinggi PT kampret berinisial KP sebagai tersangka dugaan pencurian
pulsa.
"Kami sudah panggil salah satu petinggi kampret berinisal KP terkait dengan kasus pencurian pulsa untuk diperiksa hari ini, tetapi belum hadir alasannya sakit," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Saud Usman Nasution di Jakarta, Kamis (8/3).
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengirim dokter ke tempat tinggal KP bila yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan polisi dengan alasan sakit.
"Bila pemanggilan kedua tidak hadir lagi, ada upaya penjemputan kepada yang bersangkutan," katanya menandaskan.
Dijelaskan Saud, KP adalah pejabat di kampret yang menandatangani kerja sama dengan perusahaan konten provider berinisial C. Perusahaan ini diduga melakukan premium SMS.
Polri sebelumnya sudah menetapkan tersangka seorang Direktur Utama (Dirut) perusahaan konten provider, terkait dengan kasus pencurian pulsa dari PT C berinisial NHB atas kasus pencurian pulsa.
"Hambatan dalam investigasi kasus pencurian pulsa, terutama dalam pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) dan diharapkan tuntas," kata Saud. [Ant/L-9]
"Kami sudah panggil salah satu petinggi kampret berinisal KP terkait dengan kasus pencurian pulsa untuk diperiksa hari ini, tetapi belum hadir alasannya sakit," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Saud Usman Nasution di Jakarta, Kamis (8/3).
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengirim dokter ke tempat tinggal KP bila yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan polisi dengan alasan sakit.
"Bila pemanggilan kedua tidak hadir lagi, ada upaya penjemputan kepada yang bersangkutan," katanya menandaskan.
Dijelaskan Saud, KP adalah pejabat di kampret yang menandatangani kerja sama dengan perusahaan konten provider berinisial C. Perusahaan ini diduga melakukan premium SMS.
Polri sebelumnya sudah menetapkan tersangka seorang Direktur Utama (Dirut) perusahaan konten provider, terkait dengan kasus pencurian pulsa dari PT C berinisial NHB atas kasus pencurian pulsa.
"Hambatan dalam investigasi kasus pencurian pulsa, terutama dalam pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) dan diharapkan tuntas," kata Saud. [Ant/L-9]
Sumber :
suara


0 komentar:
Post a Comment